Kumpulan Filsafat Jawa Kuno part 2

Kamis, 06 April 2017

http://filsafatkehidupanmanusia.blogspot.com/
Sambungan dari Kumpulan Filsafat Jawa Kuno part2 yang akan memberikan inspirasi dan masukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
7. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho  

Kata bijak jawa ini artinya  :

(Menyerbu tanpa bala tentara, menang tanpa merendahkan, sakti tanpa ajian, merasa kaya tanpa banyak harta).

Sedangkan makna dari kata bijak jawa ini adalah..
  1.  Tetaplah menjadi pemberani dan berjuanglah sekalipun anda sendirian 
  2. Menangkanlah pertarungan dengan kerendahatian tanpa merendahkan martabat orang lain
  3. Jagalah wibawa dengan Kebijaksanaan walau tanpa jabatan/kedudukan 
  4. Dan yang terakhir merasa cukup dan puas-lah akan karunia Tuhan sehingga anda akan tetap kaya sekalipun tanpa banyak memiliki harta. 

3. AJINING DIRI SOKO LATHI, AJINING ROGO SOKO BUSONO

(Kehormatan diri adalah dari lisan, Kehormatan raga adalah dari pakaiannya).

Arti dari Kata bijak jawa ini kurang lebih adalah Hendaknya setiap manusia memperhatikan apa yang diucapkan oleh lidahnya dan juga selalu memperhatikan perilakunya dalam pergaulan. 

4. ING NGARSO SUNG http://www.akuntogel.com/ TULODHO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI

(Di depan memberi teladan, di tengah membangun prakarsa {pelopor}, di belakang memberi semangat).

Pepatah Jawa kuno ini sudah pasti cukup familiar di telinga kita ya ? 

Ya, tentu saja, dari Peribahasa Jawa Kuno inilah ungkapan Tut Wuri Handayani ini diambil dan dijadikan sebagai Semboyan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. 


5. MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO (Memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam)

Pepatah bijak Jawa kuno yang satu ini adalah anjuran bagi seorang anak (atau dalam situasi tertentu adalah seorang murid) untuk dapat menjunjung kehormatan dan memuliakan orang tuanya (atau bisa juga diartikan sebagai guru) setinggi-tingginya serta sebisa mungkin untuk memaafkan dan memendam dalam-dalam segala aib dan kesalahan kedua orang tuanya.

6. BECIK KETHITIK ALA KETARA(Kebaikan Terdeteksi, Kejahatan Kelihatan)

Hemat kata tapi sarat makna, pitutur bijak dari leluhur jawa kuno ini bermaksud memberitahukan bahwa setiap perbuatan kita semuanya suatu saat akan nampak juga.

Jadi perbuatan yang mana yang seharusnya kita perbanyak biar kita tidak malu bila suatu saat semuanya terbongkar? gampang jawabnya, susah mengerjakannya ya.. hehe ;-)

7.Aja Rumongso Bisa, Nanging bisa'o Rumangsa(Jangan Merasa Bisa, Namun Bisa-lah Merasakan)

Inti dari kata bijak jawa kuno kali ini adalah Jangan sombong dan hendaknya kita selalu tahu diri.. dan intinya lagi kata kata bijak jawa satu ini benar benar susah untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tepat. :p :D

8. Ojo Dumeh (Jangan Sombong dulu / Jangan Merasa Menang Dulu)

Pepatah bijak leluhur jawa kuno yang cukup populer ini menerangkan bahwa ; 

Sebaiknya dalam setiap keadaan kita tetap waspada, dan berupaya sebisa mungkin jangan sampai lengah karena merasa sudah lebih unggul dari lawan kita selagi pertempuran belum benar-benar usai.

Hal ini terutama juga pertempuran kita dengan nafsu diri kita sendiri yang selalu menggelincirkan kita dari kebaikan dan kebenaran, karenanya jangan merasa sudah menang dahulu, jangan merasa baik dahulu sebelum kita yakin bahwa perjuangan kita dalam hidup ini memang benar-benar telah selesai, 

Singkat kata, waspadai musuh hingga jelas pertarungannya benar benar telah usai atau waspadalah terhadap jebakan syetan hingga hembusan nafas kita yang terakhir :)

9. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe(Senyap dalam pamrih, ramai dalam pekerjaan)

Falsafah Jawa Kuno ini menggambarkan seseorang yang selalu lenyap dalam perebutan / pembagian penghargaan dan pujian, tapi selalu hadir dan bersemangat dalam bekerja, bahkan seringkali sangat senyap dan bekerja keras dalam kesunyian. (mungkin mirip kerjanya para ninja dan agen rahasia atau para tentara elit khusus)

Kalau Istilah jaman sekarang, mereka itu adalah orang yang selalu giat dan ikhlas dalam bekerja tanpa butuh akan popularitas dan pamrih. orang begitu luar biasa langka jaman sekarang ya gan..  :)

Demikian beberapa ulasan mengenai Pepatah dan wejangan leluhur Jawa dan kata kata Mutiara Bijak Jawa kuno yang bisa saya persembahkan untuk anda.